Senin, 11 Juni 2012

curahanoemmy


  MAHAROH KALAM DENGAN MATERI  حياة العائلة KELAS X ALIYAH
Oleh: Ummi Luthfiyah (09.11. 00113)

المحادثة
حياة العائلة
احمد        : اين تعيش عائلتك يافريد؟
فريد         : تعيش عائلتي في جاكرتا الشرقية.
احمد        : عائلتي تعيش في سومطرة الغربية،
                وهي عائلة كبيرة تتكون من احد عشر شخصا
فريد         : عائلتي صغيرةا، وهي تتكون من خمسة أشخاص
احمد        : انا اكبر ولد فى العائلة، ولى ثلاثة إخوة وخمس
                أخوات.
فريد         : انا أصغر ولد فى العائلة، ولى أخ واحد و أخت واحدة
احمد       : أين يعمل أبوك يا فريد؟
فريد         : أبى يعمل فى الإدارة، وهو موظف خكومي
احمد       : أين تعمل أمك يا فريد؟
فريد         : امى تعمل فى المدرسة، وهي مدرسة
احمد       : أين يدرس أخوك يا فريد؟
فريد        : أخى يدرس فى الجامعة الإسلامية الحكومية، وهو
               طالب       




MUFRODAT
1
Keluarga
عائلة
9
Hidup
عاش-يعيش
2
Besar
كبيرة
10
Terdiri dari
تكون-يتكون
3
Sebelas
أحد عشر
11
Orang
شخص-أشخاص
4
Kecil
صغيرة
12
Anak
ولد-أولاد
5
Lima
خمسة
13
lima
خمس
6
Paling besar
أكبر
14
Saudara (pr)
أخت-أخوات
7
Tiga
ثلاثة
15
Saudara (lk)
أخ-إخوة
8
Paling kecil
أصغر
16
Bekerja
عمل-يعمل

Langkah-langkah dalam membuat deskripsi Micro Teaching adalah sebagai berikut:
A.   Kegiatan Awal
1.      Membuka Pelajaran
Sebelum pelajaran saya mulai, ketika masuk kelas saya mengucapkan salam. Setelah itu saya memandang dan memperhatikan posisi tempat duduk siswa, Untuk mengetahui siap tidaknya pelajaran dimulai. Siswa kelihatan tenang dan tentram, kemudian saya melakukan mengabsenan terlebih dahulu, setelah itu, untuk menarik siswa saya menanyakan kabar kepada seluruh siswa.
Untuk memasuki pelajaran, sebelumnya saya mengulas sedikit materi sebelumnya dengan beberapa pertanyaan, hal itu saya lakukan karena untuk mengetahui mana siswa yang belajar atau tidak. Setelah itu saya mencoba menggiring siswa untuk focus dalam pelajaran maharoh kalam yang akan saya ajarkan. Akan tetapi sebelumnya saya akan menjelaskan maharah kalam itu apa, dan setelah pembelajaran maharoh kalam selesai kemampuan apa yang harus dicapai siswa. kemudian untuk memahamkan siswa saya memberikan pre-test seputar materi yang akan dipelajari yaitu tentang kehidupan berkeluarga. Akan tetapi sebelum memasuki materi ini saya memancing siswa dengan beberapa pertannyaan tentang apa-apa yang ada didalam keluarga. 
Ketika memasuki materi dalam pembelajaran Micro Teaching dimulai, saya mengucapkan kata demi kata sperti berikut ini “Assalamu’alaikum Wr.Wb…..”. Anak-anak dalam pembelajaran kali ini, ibu akan menjelaskan tentang bagaimana kehidupan berkeluarga. Perlu kalian pahami, dalam materi yang berbentuk dialog ini yaitu yang ditekankan pada maharoh kalam atau ketrampilan berbicara. Nah, Sekarang ibu akan bertanya pada kalian. Siapa yang tahu tentang maharoh kalam? Ternyata Dengan spontan siswa terapresiasi menjawab, kemudian saya menunjuk satu siswa untuk mengutarakan apa itu maharah maharoh kalam. ya ternyata kalian banyak yang sudah tahu apa itu maharoh kalam. Sekarang ibu akan mempertegas kembali bahwa maharoh kalam adalah suatu ketrampilan dimana akhir pembelajaran siswa mampu berbicara atau berdialog dengan tepat dan benar. Disamping itu siswa mampu berdialog dengan harakat yang benar dan memahami isi teks sekaliagus mampu, menyimpulkan maksud dari isi teks.
Nah, untuk selanjutnya anak-anak, mari kita memasuki materi dialog tentang kehidupan berkeluarga. Sekarang anak-anak silahkan buka LKS nya. Gimana sudah pada dibuka semua? Anak-anak menjawab: sudah bu guru. Kemudian masuk pre-test, saya menjelaskan betapa pentingnya hidup dalam sebuah keluarga yaitu dengan menyebutkan apa-apa yang ada dalam keluarga serta tanya jawab tentang seputar kehidupan berkeluarga.


B.   Kegiatan  Inti
2.      Pengelolaan Kelas
a.              Penyampaian materi
Ketika masuk pada kegiatan inti, dari sini saya akan menyampaikan hiwar yang telah tersedia dalam LKS tersebut dengan membacanya secara keseluruhan dan dikuti seluruh siswa. Setelah itu, saya menulis kosa kata yang asing atau yang baru didengar siswa dari hiwar tersebut. Kemudian saya menanyakan tentang kosa kata sulit yang lainnya yang belum saya tulis. Akhirnya dengan mengacungkan jari ada beberapa siswa yang menanyakan kosa kata tersebut. Setelah siswa memahami makna atau arti kosa kata, saya menyuruh siswa untuk membaca hiwar tanya jawab tersebut dengan membentuk 2 kelompok antara laki-laki (sebagai kelompok A) dan perempuan (sebagai kelompok B). Ketika berdialog berlangsung, saya memperhatikannya sekaligus membenarkan apabila ada bacaan siswa yang salah. Setelah itu, saya meminta siswa maju didepan kelas dengan berpasang-pasangan secara bergantian.
b.     Gerak atau perubahan tempat
Untuk gerak dan perubahan tempat dalam pembelajaran micro teaching berlangsung itu saya lakukan hanya seperlunya saja. Adapun gerakn dan perubahan tempat yang saya lakukan salah satunya yaitu ketika saya memberikan pertannyaan kepada siswa dengan lebih mendekatinya disertai dengan senyuman atau ketika menjelaskan materi dengan penuh ekspresi serta intonasi-intonasi yang sesuai dalam membaca hiwar tersebut.
Berhubung posisi kelas membentuk dua kelompok jadi saya men-central-kan posisi ditengah-tengah dan dalam perubahan tempat tidak terlalu melebar. Hal demikian itu saya lakukan terkadang berdiri dengan mendekati siswa atau bahkan duduk.
c.      Pandangan
Pandangan saya pada waktu dikelas yaitu menyebar atau pandangan luas artinya pandangan tertuju kepada masing-masing siswa dengan tujuan masing-masing siswa sama-sama mendapatkan perhatian dari saya. Misalnya ketika ada siswa yang ricuh atau bersenda gurau sendiri dengan temannya, hal itu yang menjadi kesempatan untuk memberikan fokus pada anak yang ricuh yaitu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana pada siswa tersebut. Contohnya: ketika ada siswa yang maju didepan kelas, dan siswa yang lainya duduk ditempatnya masing-masing. Nah, disana kadang ada salah satu siswa yang ngobrol sendiri. Untuk itu dengan spontan saya mendekatinya dengan menanyakan “apakah kalian sudah faham dan siap untuk maju?”, agar siswa tidak mengalihkan perhatiannya kepada temennya yang maju berdialog. Bahkan saya pun juga tidak sepenuhnya lepas pandangan dari siswa tersebut.
d.     Pengendalian kelas
Pengendalian dikelas ini bagi saya sangat penting, karena masalahnya terkadang saya tidak bisa mengontrol suara pelan atau menahan tertawa saya.
Nah dari sini, saya mencoba membaca hiwar yang saya ajarkan dengan suara lantang dan jelas. Sehingga siswa akan mendengar dengan baik dan faham. Disamping itu, ketika saya melakukan tanya jawab tentang kondisi kehidupan berkeluarga kepada masing-masing siswa yaitu dengan cara permainan. Dimana siswa membentuk setengah lingkaran dan masing-masing siswa saling menanyai teman disampingnya secara urut sesuai dengan posisi duduknya. Dari permainan itu terkadang membuat siswa ricuh. Jadi dari sini saya sebagai guru harus bisa mengendalikan kondisi yang seperti itu supaya pembelajaran yang berlangsung itu tidak melebar dan tetap focus pada pembelajaran yang ada.
3.      Membuat variasi
a.      Metode
Dalam proses pembelajaran metode itu sangat penting. Dengan adanya metode dapat menarik belajar siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran. Dalam hal ini metode yang saya gunakan disini adalah dengan menggunakan metode drill, metode diskusi dan khususnya metode kalam atau berbicara. Berlangsungnya metode ini, setelah saya membacakan hiwar yang ada dalam materi, kemudian saya meminta siswa bertanya tentang kosa kata yang dianggap asing dan setelah itu saya menyuruh siswa membaca dialog dengan cara tanya jawab sesuai masing-masing kelompok. Setelah dirasa semua siswa faham dengan hiwar yang telah pelajari tersebut.
Sebagai evaluasi untuk menguji sejauh mana kemampuan siswa dalam bercakap-cakap atau berdialog, maka saya menyuruh siswa maju kedepan kelas untuk berdialog dengan tema yang bebas serta mencari teman pasangannya masing-masing. Untuk itu ketika siswa maju didepan kelas, saya mengatakan kepada siswa yang lainnya sebagai berikut: “Anak-anak yang lain coba perhatikan teman kalian yang saat ini ada didepan kelas, karena hal ini termasuk suatu penghargaan sekali bagi mereka yang berani maju didepan kalian semua. Kita berikan tepuk tangan dulu agar teman kalian yang ada didepan ini semangat dan tambah percaya diri. Nah, akhirnya secara bergantian dialog pun selesai dengan lancar dan terlihat dengan suasana yang menyenangkan. Oleh karena itu, pembelajaran kali ini  bisa dikatakan selesai. Karena sebelum pelajaran selesai saya sebagai guru telah sempat menguji masing-masing siswa untuk maju dialog dengan tema yang bebas atau tema sesuka mereka secara berpasang-pasangan.
b.     Menyampaikan pertanyaan
Dalam menyampaikan pertanyaan, selain saya bertanya pada masing-masing siswa, saya pun juga memepersilahkan masing-masing siswa bertanya tentang materi yang belum difahaminya. Setidaknya dalam proses pembelajaran disini ada timbal balik dan saling merespon (feedback). Sehingga pembelajaran akan berjalan dengan aktif dan menyenangkan serta tujuan dalam pembelajaran akan tercapai dengan maksimal.
c.      Media
Media utama yang saya pakai adalah LKS, papan tulis, beserta spidol dan penghapus serta buku-buku yang lainnya yang menjadi media ajar saya. Misalnya LKS dimana siswa dapat menyimak dan membaca hiwar yang telah tersedia. Kemudian papan tulis dimana guru dapat menulis tentang kosa kata yang dianggap asing bagi siswa atau kunci kata untuk memahami hiwar tersebut.
d.     Gesture
Gesture atau gerakan tubuh ini juga harus diperhatikan seorang guru, karena dengan gerakan tubuh itu dapat meyakinkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Ketika siswa memperhatikan gurunya dengan sungguh-sungguh maka proses pembelajaran pun juga dapat dikatakan maksimal. Begitu juga sebaliknya ketika ada seorang guru yang grogi atau khususnya bagi guru pemula, maka hal itu perlu juga harus diperhatikan. Disamping itu dalam gerakan tubuh seorang guru juga harus hati-hati jadi tidak asal-asalan. Misalnya: guru terlalu tertawa sampai terbahak-bahak, atau menunjuk siswa dengan tangan kiri. jadi seorang guru harus pandai-pandai dalam menggerakkkan tubuh yang baik.

4.      Menggunakan kalimat
a.      Suara
Suara dalam penyampaian materi secara lantang itu sangat penting bagi guru. Karena dengan suara yang lantang siswa dapat mendengar dengan jelas dan dapat memahami apa yang disampaiakn oleh guru. Nah, hal menjadi pelajaran untuk saya sebagai guru bagaimana cara agar mengajar dengan suara yang lantang dan benar.
b.     Kejelasan suara
Dari kata perkata apa yang saya sampaikan. Jika ada siswa yang tidak mendengarkan suara saya, untuk itu saya coba dengan bertanya: “anak-anak apakah kalian sudah faham?” atau “apa kalian mengerti apa yang ibu sampaikan?”. Menurut saya dengan cara seperti ini, maka perhatian siswa tetap fokus pada saya.
C.   Kegiatan  akhir
5.      Menutup pelajaran
a.      Penyimpulan
Demikian kiranya langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dapat saya sampaikan. Sebelum pembelajaran berakhir kata-kata yang dapat saya katakan: “Anak-anak siapa yang berani menyimpulkan materi dialog yang setelah kalian dapatkan tadi? Akhirnya, ada salah satu siswa yang mengacungkan jari untuk menjawabnya. Nah, anak-anak silahkan beri tepuk tangan kepada teman kalian karena sudah berani menyimpulkan materi yang kita pelajari tadi. Kemudian saya akan mempertegas kembali materi  yang telah dipelajari tadi.
b.     Rencana pembelajaran lanjutan
Untuk  menutup pelajaran, saya mengatakan: “Anak-anak Akhirnya pelajaran kali ini telah selesai, semoga apa yang telah kita dapatkan tadi akan bermanfaat untuk kita semua. Amin. Kemudian untuk selanjutnya, saya minta kepada kalian semua untuk mempelajari atau mempersiapkan tema selanjutnya untuk minggu depan nanti. Dan sekian dari ibu, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar