MAHAROH
KALAM DENGAN MATERI حياة العائلة KELAS X ALIYAH
Oleh: Ummi Luthfiyah (09.11. 00113)
المحادثة
حياة العائلة
احمد : اين
تعيش عائلتك يافريد؟
فريد :
تعيش عائلتي في جاكرتا الشرقية.
احمد :
عائلتي تعيش في سومطرة الغربية،
وهي عائلة كبيرة تتكون من احد عشر شخصا
فريد :
عائلتي صغيرةا، وهي تتكون من خمسة أشخاص
احمد : انا
اكبر ولد فى العائلة، ولى ثلاثة إخوة وخمس
أخوات.
فريد :
انا أصغر ولد فى العائلة، ولى أخ واحد و
أخت واحدة
احمد :
أين يعمل أبوك يا فريد؟
فريد :
أبى يعمل فى الإدارة، وهو موظف خكومي
احمد :
أين تعمل أمك يا فريد؟
فريد :
امى تعمل فى المدرسة، وهي مدرسة
احمد :
أين يدرس أخوك يا فريد؟
فريد :
أخى يدرس فى الجامعة الإسلامية الحكومية، وهو
طالب
MUFRODAT
1
|
Keluarga
|
عائلة
|
9
|
Hidup
|
عاش-يعيش
|
2
|
Besar
|
كبيرة
|
10
|
Terdiri dari
|
تكون-يتكون
|
3
|
Sebelas
|
أحد عشر
|
11
|
Orang
|
شخص-أشخاص
|
4
|
Kecil
|
صغيرة
|
12
|
Anak
|
ولد-أولاد
|
5
|
Lima
|
خمسة
|
13
|
lima
|
خمس
|
6
|
Paling besar
|
أكبر
|
14
|
Saudara (pr)
|
أخت-أخوات
|
7
|
Tiga
|
ثلاثة
|
15
|
Saudara
(lk)
|
أخ-إخوة
|
8
|
Paling kecil
|
أصغر
|
16
|
Bekerja
|
عمل-يعمل
|
Langkah-langkah
dalam membuat deskripsi Micro Teaching adalah sebagai berikut:
A.
Kegiatan
Awal
1. Membuka
Pelajaran
Sebelum
pelajaran saya mulai, ketika masuk kelas saya mengucapkan salam. Setelah itu
saya memandang dan memperhatikan posisi tempat duduk siswa, Untuk mengetahui
siap tidaknya pelajaran dimulai. Siswa kelihatan tenang dan tentram, kemudian
saya melakukan mengabsenan terlebih dahulu, setelah itu, untuk menarik siswa
saya menanyakan kabar kepada seluruh siswa.
Untuk
memasuki pelajaran, sebelumnya saya mengulas sedikit materi sebelumnya dengan
beberapa pertanyaan, hal itu saya lakukan karena untuk mengetahui mana siswa
yang belajar atau tidak. Setelah itu saya mencoba menggiring siswa untuk focus
dalam pelajaran maharoh kalam yang akan saya ajarkan. Akan tetapi sebelumnya
saya akan menjelaskan maharah kalam itu apa, dan setelah pembelajaran maharoh
kalam selesai kemampuan apa yang harus dicapai siswa. kemudian untuk memahamkan
siswa saya memberikan pre-test seputar materi yang akan dipelajari yaitu
tentang kehidupan berkeluarga. Akan tetapi sebelum memasuki
materi ini saya memancing siswa dengan beberapa pertannyaan tentang apa-apa
yang ada didalam keluarga.
Ketika
memasuki materi dalam pembelajaran Micro Teaching dimulai, saya
mengucapkan kata demi kata sperti berikut ini “Assalamu’alaikum Wr.Wb…..”.
Anak-anak dalam pembelajaran kali ini, ibu akan menjelaskan tentang bagaimana
kehidupan berkeluarga. Perlu kalian pahami, dalam materi yang berbentuk
dialog ini yaitu yang ditekankan pada maharoh kalam atau ketrampilan berbicara.
Nah, Sekarang ibu akan bertanya pada kalian. Siapa yang tahu tentang maharoh kalam?
Ternyata Dengan spontan siswa terapresiasi menjawab, kemudian saya menunjuk
satu siswa untuk mengutarakan apa itu maharah maharoh kalam. ya ternyata kalian
banyak yang sudah tahu apa itu maharoh kalam. Sekarang ibu akan mempertegas
kembali bahwa maharoh kalam adalah suatu ketrampilan dimana akhir pembelajaran
siswa mampu berbicara atau berdialog dengan tepat dan benar. Disamping itu
siswa mampu berdialog dengan harakat yang benar dan memahami isi teks
sekaliagus mampu, menyimpulkan maksud dari isi teks.
Nah,
untuk selanjutnya anak-anak, mari kita memasuki materi dialog tentang kehidupan
berkeluarga. Sekarang anak-anak silahkan buka LKS nya. Gimana sudah
pada dibuka semua? Anak-anak menjawab: sudah bu guru. Kemudian masuk pre-test,
saya menjelaskan betapa pentingnya hidup dalam sebuah keluarga yaitu dengan
menyebutkan apa-apa yang ada dalam keluarga serta tanya jawab tentang seputar kehidupan
berkeluarga.
B.
Kegiatan
Inti
2. Pengelolaan
Kelas
a.
Penyampaian materi
Ketika
masuk pada kegiatan inti, dari sini saya akan menyampaikan hiwar yang telah
tersedia dalam LKS tersebut dengan membacanya secara keseluruhan dan dikuti
seluruh siswa. Setelah itu, saya menulis kosa kata yang asing atau yang baru
didengar siswa dari hiwar tersebut. Kemudian saya menanyakan tentang kosa kata
sulit yang lainnya yang belum saya tulis. Akhirnya dengan mengacungkan jari ada
beberapa siswa yang menanyakan kosa kata tersebut. Setelah siswa memahami makna
atau arti kosa kata, saya menyuruh siswa untuk membaca hiwar tanya jawab
tersebut dengan membentuk 2 kelompok antara laki-laki (sebagai kelompok A) dan
perempuan (sebagai kelompok B). Ketika berdialog berlangsung, saya
memperhatikannya sekaligus membenarkan apabila ada bacaan siswa yang salah.
Setelah itu, saya meminta siswa maju didepan kelas dengan berpasang-pasangan
secara bergantian.
b.
Gerak atau perubahan
tempat
Untuk
gerak dan perubahan tempat dalam pembelajaran micro teaching
berlangsung itu saya lakukan hanya seperlunya saja. Adapun gerakn dan perubahan
tempat yang saya lakukan salah satunya yaitu ketika saya memberikan pertannyaan
kepada siswa dengan lebih mendekatinya disertai dengan senyuman atau ketika
menjelaskan materi dengan penuh ekspresi serta intonasi-intonasi yang sesuai dalam
membaca hiwar tersebut.
Berhubung
posisi kelas membentuk dua kelompok jadi saya men-central-kan posisi
ditengah-tengah dan dalam perubahan tempat tidak terlalu melebar. Hal demikian itu
saya lakukan terkadang berdiri dengan mendekati siswa atau bahkan duduk.
c.
Pandangan
Pandangan
saya pada waktu dikelas yaitu menyebar atau pandangan luas artinya pandangan
tertuju kepada masing-masing siswa dengan tujuan masing-masing siswa sama-sama mendapatkan
perhatian dari saya. Misalnya ketika ada siswa yang ricuh atau bersenda gurau
sendiri dengan temannya, hal itu yang menjadi kesempatan untuk memberikan fokus
pada anak yang ricuh yaitu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang
sederhana pada siswa tersebut. Contohnya: ketika ada siswa yang maju didepan
kelas, dan siswa yang lainya duduk ditempatnya masing-masing. Nah, disana
kadang ada salah satu siswa yang ngobrol sendiri. Untuk itu dengan spontan saya
mendekatinya dengan menanyakan “apakah kalian sudah faham dan siap untuk
maju?”, agar siswa tidak mengalihkan perhatiannya kepada temennya yang maju
berdialog. Bahkan saya pun juga tidak sepenuhnya lepas pandangan dari siswa
tersebut.
d.
Pengendalian kelas
Pengendalian
dikelas ini bagi saya sangat penting, karena masalahnya terkadang saya tidak
bisa mengontrol suara pelan atau menahan tertawa saya.
Nah dari
sini, saya mencoba membaca hiwar yang saya ajarkan dengan suara lantang dan
jelas. Sehingga siswa akan mendengar dengan baik dan faham. Disamping itu,
ketika saya melakukan tanya jawab tentang kondisi kehidupan berkeluarga kepada
masing-masing siswa yaitu dengan cara permainan. Dimana siswa membentuk
setengah lingkaran dan masing-masing siswa saling menanyai teman disampingnya
secara urut sesuai dengan posisi duduknya. Dari permainan itu terkadang membuat
siswa ricuh. Jadi dari sini saya sebagai guru harus bisa mengendalikan kondisi
yang seperti itu supaya pembelajaran yang berlangsung itu tidak melebar dan
tetap focus pada pembelajaran yang ada.
3. Membuat
variasi
a.
Metode
Dalam
proses pembelajaran metode itu sangat penting. Dengan adanya metode dapat
menarik belajar siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran. Dalam hal
ini metode yang saya gunakan disini adalah dengan menggunakan metode drill,
metode diskusi dan khususnya metode kalam atau berbicara. Berlangsungnya metode
ini, setelah saya membacakan hiwar yang ada dalam materi, kemudian saya meminta
siswa bertanya tentang kosa kata yang dianggap asing dan setelah itu saya
menyuruh siswa membaca dialog dengan cara tanya jawab sesuai masing-masing kelompok.
Setelah dirasa semua siswa faham dengan hiwar yang telah pelajari tersebut.
Sebagai
evaluasi untuk menguji sejauh mana kemampuan siswa dalam bercakap-cakap atau
berdialog, maka saya menyuruh siswa maju kedepan kelas untuk berdialog dengan
tema yang bebas serta mencari teman pasangannya masing-masing. Untuk itu ketika
siswa maju didepan kelas, saya mengatakan kepada siswa yang lainnya sebagai
berikut: “Anak-anak yang lain coba perhatikan teman kalian yang saat ini ada didepan
kelas, karena hal ini termasuk suatu penghargaan sekali bagi mereka yang berani
maju didepan kalian semua. Kita berikan tepuk tangan dulu agar teman kalian
yang ada didepan ini semangat dan tambah percaya diri. Nah, akhirnya secara
bergantian dialog pun selesai dengan lancar dan terlihat dengan suasana yang
menyenangkan. Oleh karena itu, pembelajaran kali ini bisa dikatakan selesai. Karena sebelum
pelajaran selesai saya sebagai guru telah sempat menguji masing-masing siswa
untuk maju dialog dengan tema yang bebas atau tema sesuka mereka secara
berpasang-pasangan.
b.
Menyampaikan pertanyaan
Dalam
menyampaikan pertanyaan, selain saya bertanya pada masing-masing siswa, saya
pun juga memepersilahkan masing-masing siswa bertanya tentang materi yang belum
difahaminya. Setidaknya dalam proses pembelajaran disini ada timbal balik dan
saling merespon (feedback). Sehingga pembelajaran akan berjalan dengan aktif
dan menyenangkan serta tujuan dalam pembelajaran akan tercapai dengan maksimal.
c.
Media
Media
utama yang saya pakai adalah LKS, papan tulis, beserta spidol dan penghapus
serta buku-buku yang lainnya yang menjadi media ajar saya. Misalnya LKS dimana
siswa dapat menyimak dan membaca hiwar yang telah tersedia. Kemudian papan
tulis dimana guru dapat menulis tentang kosa kata yang dianggap asing bagi
siswa atau kunci kata untuk memahami hiwar tersebut.
d.
Gesture
Gesture
atau gerakan tubuh ini juga harus diperhatikan seorang guru, karena dengan
gerakan tubuh itu dapat meyakinkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan
oleh guru. Ketika siswa memperhatikan gurunya dengan sungguh-sungguh maka
proses pembelajaran pun juga dapat dikatakan maksimal. Begitu juga sebaliknya
ketika ada seorang guru yang grogi atau khususnya bagi guru pemula, maka hal
itu perlu juga harus diperhatikan. Disamping itu dalam gerakan tubuh seorang
guru juga harus hati-hati jadi tidak asal-asalan. Misalnya: guru terlalu
tertawa sampai terbahak-bahak, atau menunjuk siswa dengan tangan kiri. jadi seorang
guru harus pandai-pandai dalam menggerakkkan tubuh yang baik.
4. Menggunakan
kalimat
a.
Suara
Suara
dalam penyampaian materi secara lantang itu sangat penting bagi guru. Karena
dengan suara yang lantang siswa dapat mendengar dengan jelas dan dapat memahami
apa yang disampaiakn oleh guru. Nah, hal menjadi pelajaran untuk saya sebagai
guru bagaimana cara agar mengajar dengan suara yang lantang dan benar.
b.
Kejelasan suara
Dari
kata perkata apa yang saya sampaikan. Jika ada siswa yang tidak mendengarkan
suara saya, untuk itu saya coba dengan bertanya: “anak-anak apakah kalian sudah
faham?” atau “apa kalian mengerti apa yang ibu sampaikan?”. Menurut saya dengan
cara seperti ini, maka perhatian siswa tetap fokus pada saya.
C.
Kegiatan akhir
5. Menutup
pelajaran
a.
Penyimpulan
Demikian
kiranya langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dapat saya sampaikan. Sebelum
pembelajaran berakhir kata-kata yang dapat saya katakan: “Anak-anak siapa yang
berani menyimpulkan materi dialog yang setelah kalian dapatkan tadi? Akhirnya,
ada salah satu siswa yang mengacungkan jari untuk menjawabnya. Nah, anak-anak
silahkan beri tepuk tangan kepada teman kalian karena sudah berani menyimpulkan
materi yang kita pelajari tadi. Kemudian saya akan mempertegas kembali
materi yang telah dipelajari tadi.
b.
Rencana pembelajaran
lanjutan
Untuk menutup pelajaran, saya mengatakan:
“Anak-anak Akhirnya pelajaran kali ini telah selesai, semoga apa yang telah
kita dapatkan tadi akan bermanfaat untuk kita semua. Amin. Kemudian untuk
selanjutnya, saya minta kepada kalian semua untuk mempelajari atau
mempersiapkan tema selanjutnya untuk minggu depan nanti. Dan sekian dari ibu, Wassalamu’alaikum
Wr. Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar